- Dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh
- Adanya rasa penyesalan atas segala dosa yang pernah diperbuat
- Bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan untuk selama-lamanya, baik dalam hati maupun ditunjukkan dalam perbuatan.
- Hendaknya taubat dilakukan sebelum ajal menjemput.
Dalil tentang Anjuran sholat taubat
1. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 135
"Dan (juga) orang-orang yang
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan
siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka
tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”
2. Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat An Nisa ayat 17
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”
![]() |
Waktu Pelaksanaan Sholat taubat
- Mulai dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.
- Saat terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah
- Saat matahari persis di tengah-tengah hingga terlihat condong.
- Mulai dari shalat ashar hingga tenggelam matahari.
- Ketika menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya.
Jumlah Raka’at Sholat Taubat
Sholat sunnah taubat bisa dikerjakan dengan jumlah 2 raka’at, 4 raka’at, maupun 6 raka’at. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sama dengan sholat-sholat sunnah pada umumnya, yakni dua raka’at salam.
Hukum Sholat Taubat
Menurut para ulama yang berasal dari empat madzab fiqih yaitu Madzab Maliki, Hambali, Syafi’i, dan Hanafi menyatakan bahwa hukum pelaksanaan sholat taubat adalah sunnah. Jadi, ketika seseorang telah berbuat dosa atau kesalahan, dan ketika ia memiliki keinginan untuk bertaubat, maka hendaknya ia mengerjakan sholat sunnah dua raka’at serta bertaubat kepada Allah SWT.
Tata Cara Sholat taubat
- Niat Sholat Taubat
Niat sholat taubat adalah :
أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي
“USHALLI SUNNATAT TAUBATI ROKAATAINI LILLAHI TAALA.”
Artinya “Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah.”
- Bacaan Dalam Sholat taubat
Pada dasarnya tidak ada ketentuan yang
mewajibkan kita membaca bacaan khusus setelah membaca Al-Fatihah dalam
suatu ibadah sholat, jadi kita bisa membaca ayat-ayat Al-Qur’an manapun
yang kita hafal. Misalnya saja pada rakaat pertama kita membaca Surat
Al- Kafirun dan pada rakaat yang kedua kita membaca surat Al-Ikhlas.
- Bacaan Dzikir dan Do’a setelah sholat Taubat
- Setelah sholat sunnah taubat, dianjurkan bagi si pelaksana untuk memperbanyak membaca istighfar yang ditujukan untuk memohon ampunan dari Allah SWT. Dari Abu bakar Radiyallahu’anhu, bahwasannya Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :
عَلَيْكُمْبِلاَإِلَهَإِلاَّاللهُوَالاِسْتِغْفَارِفَاكْثِرُوْامِنْهُمَافَإِنَّإِبْلِيْسَقَالَ
:
أَهْلَكْتُالنَّاسَبِالذُّنُوْبِوَأَهْلَكُوْنِيبِلاَإِلَهَإِلاَّاللهُوَالْاِسْتِغْفَارِفَلَمَّارَأَيْتُذَلِكَأَهْلَكَأَهْلَكْتُهُمْبِالْأَهْوَاءِفَهُمْيِحْسَبُوْنَأَنَّهُمْمُهْتَدُوْنَ
Artinya
“Hendaklah kalian membaca Laailaaha illallah dan
istigfar lalu perbanyaklah membaca keduanya karena iblis berkata : “Aku
telah membinasakan manusia dengan dosa sedangkan mereka membinasakanku
dengan Laailaaha illallah, istigfar, lalu tatkala aku
mengetahui demikian maka aku binasakan mereka dengan (mengikuti) hawa
nafsu maka akhirnya mereka menyangka dan merasa bahwa sesungguhnya
mereka itu sedang mendapatkan petunjuk (dan sedang berada diatas
kebenaran).” (HR. Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Ya’la)
Adapun bacaan istighfar tersebut adalah :
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه
“ASTAGHFIRULLAHAL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI.”
Artinya “Aku meminta pengampunan
kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri
Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”
Hendaknya bacaan istighfar tersebut diucapkan sebanyak 100 kali.
- Memperbanyak membaca tasbih :
سُبْحَانَ اللّهِ وَ بِحَمْدِهِ
“SUBHANALLAHI WA BIHAMDIHI.”
Artinya “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.”
- Membaca Do’a
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ
اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ
وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ
اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ .
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ
حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى
اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ
النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ
كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ
Artinya
“Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon
kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan
petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan
cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang
takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya
orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya
orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh
sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba
dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu
yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam
bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan
ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah
diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka
kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لّا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ،
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتَ،
أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتَ،
أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،
وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِر لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
“ALLAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA
ANTA, KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA
MASTATHO’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA
BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DZANBII, FAGHFIRLII FAINNAHUUA LAA
YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA.”
Artinya
“Ya Allah Engkau adalah Tuhanku,
Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku,
sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan
menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala
kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu
terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku,
sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”
Terkait dengan do’a yang kedua, Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :
مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا
بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ ، قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ
أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ ، وَهُوَ مُوقِنٌ
بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Artinya
“Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul
istighfar) disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati
pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga
dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia
yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk
penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)
Setelah melaksanakan sholat taubat, maka disarankan untuk disertai
dengan melakukan berbagai amal kebaikan, dan bentuk amal kebaikan yang
paling utama adalah sedekah. Mengapa demikian? Karena sedekah merupakan
sebab terbesar terhapusnya dosa-dosa seseorang. Sebagaimana Firman Allah
SWT berikut :
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
Artinya
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thaha ayat 82)
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ
وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ
Artinya
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu),
maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu
berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik
bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian
kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al- Baqarah ayat 271)
Keutamaan Sholat Taubat
Dari dalil-dalil yang tercantum di atas, sudah jelaslah bagi kita mengenai keutamaan atau fadhilah dari pelaksanaan sholat taubat. Lalu apa saja ganjaran yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang bertaubat?Allah SWT telah berfirman :
أولئك جراؤهم مغفرة من ربهم وجنت تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها، ونعم أجر العالمين
Artinya “Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka
dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal
di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali- Imron ayat 136)Jadi bisa disimpulkan bahwa allah akan memberikan ganjaran bagi mereka yang melakukan taubat, seperti :
- Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa yang pernah diperbuat
- Allah SWT menjanjikan surga bagi siapa saja yang bertaubat dengan sungguh-sungguh dan mereka akan kekal di dalamnya
- Allah SWT akan memberikan pahala yang terbaik sebagai penambah timbangan amal bagi mereka yang bertaubat.
إِنَّرَجُلاًأَذْنَبَذَنْبًافَقَالَ :
رَبِّإِنِّيأَذَنَبْتُذَنْبًافَاغْفِرْهُ. فَقَالَاللهُ :
عَبْدِيعَمِلَذَنْبًافَعَلِمَأَنَّلَهُرَبًايَغْفِرُالذَّنْبَوَيَأْخُذُبِهِقَدْغَفَرْتُلِعَبْدِيثُمَعَمِلَذَنْبًااَخَرَفَقَالَ
: رَبِّإِنِّيعَمِلْتُذَنْبًافَاغْفِرْهُ. فَقَالَتَبَارَكَوَتَعَالَى :
عَلِمَعَبْدِيأَنَّلَهُرَبًايَغْفِرُالذَنْبَوَيَأْخُذُبِهِقَدْغَفَرْتُلِعَبْدِثُمَّعَمِلَذَنْبًااَخَرَفَقَالَ
: رَبِّإِنِّيعَمِلْتُذَنْبًافَاغْفِرْهُفَقَالَتَعَالَى :
عَبْدِعَلِمَأَنَّلَهُرَبًايَغْفِرُالذَّنْبَوَيَأْخُذُبِهِ,
أُشْهِدُكُمْأَنِّيقَدْغَفَرْتُلِعَبْدِيفَلْيَعْمَلْمَاشَاءَ
Artinya
“Sesungguhnya seorang laki – laki
berbuat dosa lalu berkata: “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa
maka ampunilah. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata
: “Hambaku berbuat dosa lalu ia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang
Maha Mengampuni dosa dan ia merealisasikannya, sesungguhnya Aku telah
ampuni hambaku tersebut. Kemudian ia pun berbuat dosa lagi dosa yang
lainnya lalu berkata : “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa maka
ampunilah, maka Allah Tabaroka wa Ta’ala berkata:
“Hamba-Ku mengetahui bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun lalu ia
pun merealisasikannya: “Sesungguhnya telah aku ampuni hamaku. Kemudian
ia melakukan dosa yang lainnya lagi, dan ia berkata : “Wahai Tuhanku
sesungguhnya aku berbuat dosa, maka ampunilah. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala
berkata lagi : “Hamba-Ku tahu bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun
dan ia merealisasikannya.” Maka Aku mempersaksikan kepada kalian semua
bahwa sesungguhnya Aku sungguh telah mengampuni hamba-Ku maka silahkan
dia lakukan apa yang dia kehendaki.” (HR. Al- Imam Ahmad).
Sekian informasi dari saya. Jika ada kesalahan, saya mohon maaf. Semoga bermanfaat....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar